Home

METODE CEPAT DETEKSI HERBISIDA PARAQUAT DALAM TANAMAN

METODE CEPAT DETEKSI HERBISIDA PARAQUAT DALAM TANAMAN

Pendahuluan

    Herbisida paraquat dengan nama dagangnya Gramoxone paling banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit untuk penyemprotan dalam membasmi gulma. Penyemprotan dilakukan  terutama pada daerah piringan (Gambar 1), hal ini dilakukan agar tidak menghambat produksi kelapa sawit. Di sisi lain banyak ternak sapi yang digembalakan di sekitar perkebunan kelapa sawit karena memang di area tersebut banyak rumput atau vegetasi alam yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan sapi. Apabila penyemprotan yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan akan menyebabkan timbulnya residu dalam tanaman dan apabila residunya melewati level toleransinya atau mencapai level toksiknya akan menyebabkan keracunan bahkan sampai terjadi kematian apabila tanaman (rumput) tersebut dikonsumsi oleh sapi. Gejala keracunan biasanya terlihat mimisan, iritasi mata, infeksi kulit dan iritasi kulit

Gambar 1. Bentuk piringan (area tanah)   yang telah disemprot herbisida paraquat

    Menurut  HAYES (1982), penggunaan formulasi paraquat untuk pertanian cukup tinggi, biasanya bervariasi konsentrasinya mulai 5 - 20% (50.000-200.000 mg/kg paraquat). Tingginya konsentrasi paraquat yang digunakan untuk penyempotan, akan menimbulkan residu tinggi dalam rumput. Untuk itu diperlukan monitoring keberadaan residunya, sehingga dapat diketahui levelnya, apakah masih dibawah atau diatas level toleransi (batas level toleransi 40-90 ppm paraquat dalam rumput). Dengan dikembangkan metode deret warna hasil inovasi peneliti toksikologi Bbalitvet, maka akan mempermudah cara monitoring residu herbisida paraquat dalam tanaman (hijauan pakan ternak) atau sayuran di lapang. Metode ini cepat dan mudah dengan cara membandingkan reaksi warna dari hasil analisis dengan deret warna dari konsentrasi 25, 50, 75 dan 100 ppm paraquat. Begitu juga untuk diagnosa keracunan paraquat (LD50 pada mamalia: 50 -150 ppm paraquat) pada ternak dengan menggunakan metode deret warna akan lebih cepat diperoleh levelnya sehingga lebih cepat menangani  keracunan atau dapat mencegah terjadi keracunan berikutnya.

Tujuan

    Tujuan dari pengembangan metode cepat (metode deret warna) untuk deteksi paraquat ini sebagai upaya untuk mendiagnosa keracunan secara cepat dan mudah dan aplikasinya juga mudah dilakukan di laboratorim di daerah (tanpa menggunakan instrumen). Disamping itu juga dapat digunakan untuk monitoring keberadaan paraquat dalam makanan hewan (rumput) dan manusia (sayuran) sebagai upaya untuk mencegah akan terjadinya keracunan. Sementara sejauh ini belum ada informasi mengenai analisis cepat paraquat dalam tanaman (makanan ternak). Metode cepat ini berdasarkan deret warna yang sesuai dengan deret konsentrasi paraquat mulai 25, 50, 75 dan 100 ppm dan deret konsentrasinya sesuai dengan ketentuan level batas toleransinya yaitu sekitar 40-90 ppm paraquat dalam rumput (makanan ternak) (Protection of Environment, 2010).

Prosedur metode cepat deret warna

1. Sampel Tanaman

2. Sampel Air

 

DERET WARNA KONSENTRASI PARAQUAT (GRAMOXONE) DALAM TANAMAN


DERET  WARNA  KONSENTRASI PARAQUAT (GRAMOXONE) DALAM AI

 

 

 

Cetak PDF

Link Website

Ke Situs Lain

Pengumuman Lelang

Statistics

Content View Hits : 216860

Yang Aktif

Ada 6 tamu online

Pilih Bahasa

Copyright © Balai Besar Penelitian Veteriner / Indonesian Research Veterinary Science 2014

Template by Joomla Templates & Szablony Joomla.